Gunawank's Blog

Banyak Menolong Pasti Banyak yang Menolong

Posts Tagged ‘Orde Baru’

Pemilu, Dulu Dan Sekarang … !

Posted by gunawank pada April 11, 2014

Pemilihan umum telah memanggil kita
S’luruh rakyat menyambut gembira
Hak demokrasi Pancasila
Hikmah Indonesia merdeka

Pilihlah wakilmu yang dapat dipercaya
Pengemban Ampera yang setia
Di bawah Undang-Undang Dasar 45
Kita menuju ke pemilihan umum

 

Dulu, bait lagu Mars Pemilu di atas senantiasa berkumandang di Radio Republik Indonesia (RRI) dan TVRI setiap menjelang pesta demokrasi 5 tahunan. Secara psikologis lirik lagu tersebut sangat mempengaruhi warga bangsa sehingga dengan sukarela, penuh kegembiraan dan semangat demokrasi merasa terpanggil serta menyambut gembira pesta demokrasi lima tahunan tersbut. Terbukti dengan angka partisipasi pemilih hampir selalu mencapai angka 100 persen.

Tapi kini, pemilu yang diselenggarakan sejak masa Reformasi memiliki tingkat partisipasi yang dari angka 100 persen, bahkan pada Pemilu Legislatif yang diselenggarakan pada tanggal 9 April 2014 yang baru lalu partisipasi pemilih kurang dari 70 persen. Salah satu penyebabnya antara lain karena Lagu Mars Pemilu di atas tidak pernah terdengar lagi, sehingga ajakan melalui lagu yang memotifasi kesadaran warga untuk datang ke TPS nyaris tidak ada.

Wallahu a’lam….

Artikel terkait:

Sejarah Pemilu Di Indonesia

Posted in Berita, Fenomena, Hot Topic, Ibu Pertiwi, Indonesia, Info, Opini, Opinion, Politik, Presiden, Renungan, Sejarah, Serba serbi, Topic Hot | Dengan kaitkata: , , , , , , | Leave a Comment »

Surat Perintah 13 Maret Sebagai “Penafsir SUPERSEMAR” Yang Disembunyikan

Posted by gunawank pada Oktober 25, 2010

PENAFSIRAN Supersemar adalah ”penyerahan atau pengalihan kekuasaan” diyakini oleh pembawa naskah itu sendiri, Jenderal Amirmachmud cs. ”Lho , ini kan penyerahan kekuasaan” demikian Amirmachmud dalam perjalanan mobil sepulang dari istana Bogor membawa Supersemar itu. Ketika Sudharmono dan Moerdiono kesulitan mencari dasar hukum bagi pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI), mereka bergembira setelah tahu keluar Supersemar.

Padahal, Presiden Soekarno menegaskan Supersemar itu hanya untuk bidang teknis keamanan, bukan politis keamanaan. Dan kerancuan pun segera menggelombang apalagi setelah Supersemar di-Tap MPRS-kan. Pertama, sudah jelas yang paling mengerti isi sebuah perintah tentu saja ya subjek pemberi perintah itu sendiri. Adalah janggal jika orang lain, bahkan yang diberi perintah sebagai figur terpercaya oleh yang memerintah, berpretensi lebih mengerti isi perintah.

Kedua, pada umumnya ahli hukum Tata Negara, terutama Dahlan Ranuwihardja SH, anggota MPRS, sangat heran kenapa executive order diubah begitu saja sebagai Tap MPR(S) tanpa bertanya dulu kepada pemberi perintah. ”Jadi enggak bisa dong MPR (S) melakukan sesuatu yang bukan wewenangnya.

Bukan hanya keliru memahami, Jenderal Soeharto sebagai pengemban Supersemar sengaja menyalahgunakan sebagai mandat politik dengan membubarkan PKI betapapun langkah itu secara kondisional adalah tepat. Karena itu, Presiden Soekarno terkejut dan marah dengan langkah Soeharto. Presiden lantas mengeluarkan SP 13 Maret 1966, yang tidak banyak diketahui umum dan generasi baru berhubung Soeharto dan rezim sengaja menyembunyikannya. Autobiografi Soeharto pun tidak pernah secuil pun mengatakannya.

Baca entri selengkapnya »

Posted in Akhlak, bencana, Berita, Hotline News, Indonesia, Pendidikan, Politik, Presiden, Sejarah, Serba serbi, Supersemar, Tokoh, Tokoh Bangsa, Topic Hot | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »