Gunawank's Blog

Banyak Menolong Pasti Banyak yang Menolong

Posts Tagged ‘Puasa’

Senang Datangnya Ramadlan, Haram Jasadnya Tersentuh Neraka

Posted by gunawank pada Juli 10, 2013

من فرِح بدخول رمضان حرم الله جسده على النيران

“Siapa saja merasa senang dengan masuknya bulan Ramadlan,

maka Allah mengharamkan jasadnya dari api Neraka”.

Begitulah bunyi redaksi haditsnya dan kita sebagai umat Islam wajib percaya kepada sabda baginda Rasulillah SAW. Lalu muncul pertanyaan, “Apakah betul itu perkataan beliau SAW ?”.  Selama para Ulama Ahli Hadits menyatakan bukan hadits maudlu/palsu, harus kita yakini itu adalah hadits Rasulillah SAW. Tetapi jika dilihat dari redaksinya yang mengundang munculnya pertanyaan-pertanyaan, pasti ini bukan termasuk Hadits Shahih fil matn.

“Betulkah jika kita merasa senang, gembira dengan datangnya bulan Ramadlan Allah akan mengharamkan jasad kita tersentuh api neraka?”, inilah pertanyaan berikutnya yang muncul. Jawabnya, ya…pasti. Karena begitulah janji Allah yang disampaikan melalui lisan Rasul-Nya.

Pertanyaan selanjutnya, “Gampang amat untuk tidak masuk neraka ?”. Jawabnya, pasti bagi Allah apapun sangat mudah. Namun, tentunya tidak semudah itu dipandang dari sisi manusia, karena pasti ada persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhinya.

Sebuah produk dalam iklannya menawarkan hadiah mobil bagi pembeli produknya. Artinya, bagi siapapun yang membeli produknya akan berpeluang mendapatkan hadiah mobil tersebut. Sebaliknya, tidak akan pernah mendapatkan hadiah mobil tersebut bagi orang yang tidak pernah membeli produknya. Bahkan, bagi pembeli produkpun meski memiliki peluang untuk mendapat hadiah mobil tetapi pasti tidak akan semua mendapatkannya. Hanya pembeli yang memenuhi persyaratan-persyaratan saja yang akan benar-benar menerima hadiah mobil tersebut.

Bisa dianalogkan dengan kasus di atas adalah pernyataan Rasulullah SAW yang akan memberi hadiah  TIDAK TERSENTUH API NERAKA bagi orang yang MERASA SENANG DATANGNYA BULAN RAMADLAN. Sehingga dapat ditarik kesimpulan :

  1. Bagi setiap orang yang tidak merasa senang dengan datangnya bulan Ramadlan, sama sekali tidak akan mendapatkan hadiah terbebas dari api neraka.
  2. Bagi setiap orang yang merasa senang dengan kedatangan bulan Ramadlan, semuanya berpeluang untuk mendapatkan hadiah terbebas dari api neraka.
  3. Bagi mereka yang berpeluang mendapatkan “hadiah” tersebut tidak akan semuanya mendapatkannya, hanya mereka yang memenuhi persyaratan saja yang akan mendapatkannya.

Berbagai alasan tentunya orang merasa senang dengan datangnya bulan Ramadlan. Anak-anak senang dengan datangnya bulan Ramadlan karena akan mendapatkan baju baru, dibelikan petasan, kembang api dan lain-lain. Pedagang petasan senang dengan datangnya bulan Ramadlan karena dagangannya akan lebih banyak terjual. Demikian pula pedagang pakaian, makanan, mainan dan lain-lain, bahkan tidak ketinggalan para penjual jasa. Semuanya akan merasa senang dengan datangnya bulan Ramadlan.

Tetapi bukan itu tentunya yang dimaksud dengan kata “senang” dalam hadits di atas, melainkan senang dalamkategori sebagai berikut:

Pertama, merasa senang karena telah dipanjangkan umur dan dipertemukan dengan bulan Ramadlan ini, sehingga perasaan senagnya ini akan diwujudkan dalam bentuk bersyukur atas ni’mat yang telah Allah anugerahkan kepadanya. Bersyukur karena Allah telah memberinya dua ni’mat yang sangat diharapkannya, yakni ni’mat panjang umur dan ni’mat dipertemukannya dengan bulan Ramadlan yang penuh berkah dan ampunan Allah SAW.

Seorang pemulung akan sangat berterima kasih ketika diberi satu dus berisi cangkang aqua gelas, karena dia sangat membutuhkan cangkang aqua gelas itu untuk mendapatkan uang, sebagai sumber penghasilannya sehari-hari. Sementara yang lain tidak akan berterima kasih sebagaimana halnya pemulung tadi, tatkala diberi satu dus berisi cangkang aqua gelas karena tidak mengharapkannya.

Kedua, merasa senang karena dipertemukannya dengan bulan Ramadlan yang sangat ditunggu-tunggu dan dinantikan kedatangannya karena keyakinan bahwa Ramadlan adalah bulan yang dilebihkan oleh Allah dibandingkan bulan-bulan yang lain, dimana nilai ibadah pada bulan Ramadlan jauh lebih baik dari bulan-bulan yang lain.

قَدْ جَاءَكُمْ شَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرٌ مُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ يُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَيُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ وَتُغَلُّ فِيهِ الشَّيَاطِينُ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (رواه احمد)

Sesungguhnya telah datang Bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah, dimana Allah mewajibkan kalian untuk berpuasa, pada bulan itu pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Pada bulan itu pula terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan”. (HR. Ahmad).

Dalam Hadits lain dijelaskan bahwa:

“Siapa saja yang melakukan amalan sunnah akan dilipatgandakan pahalanya, bagaikan melakukan kewajiban, yang melakukan amalan wajib pahalanya dilipatgandakan 70 (tujuh puluh) kali jika dibanding dengan amalan di luar Bulan Ramadhan, bahkan diamnya orang yang berpuasa pun, mendapatkan suatu pahala, sedang berdzikir dan beribadah akan lebih besar lagi pahalanya”.

.لو تعلم امتى ما فى رمضان لتمنوا أن تكون السنة كلها رمضان

”Jika ummatku mengetahui nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, pasti mereka berkeinginan supaya semua bulan dalam setahun terdiri dari Bulan Ramadhan seluruhnya”.

Karena senangnya mendapatkan barang yang dia cari-cari, pemulung itu akan menjaganya dari kerusakan dan kehilangan dengan cara memasukannya ke dalam karung atau gerobak dorongnya, kemudian dicucinya jika kotor, dibersihkan, ditata dan sebagainya lalu dijualnya sehingga menghasilkan uang yang merupakan tujuan akhir dari pencariannya itu. Dan ini tidak akan dilakukan oleh orang yang tidak merasa senang dengan pemberian cangkang aqua gelas tersebut.

Demikian pula halnya, rasa senang yang timbul karena dipertemukan dengan Ramadlan yang penuh berkah ini harus diwujudkan dalam bentuk mempersiapkan segala ilmu yang berkaitan dengan puasa, zakat fitrah dan amal lain di bulan Ramadlan. Baik ilmu fiqih (sehingga bisa mengetahui sah dan batalnya amal yang dilakukan atau mengetahui apakah wajib, sunah, haram, makruh atau mubah hukum dari amal yang dilakukan), ilmu aqidah (untuk meluruskan i’tiqad dan tujuan ibadah kita) maupun ilmu tashawuf atau akhlak (agar mengetahui mana yang sebaiknya dilakukan dan mana yang sebaiknya tidak dilakukan untuk kesempurnaan amal yang dilakukan).

Ketiga, rasa senangnya itu harus diwujudkan dengan cara memanfaatkan sebaik-baiknya dan semaksimal mungkin segala fasilitas yang Allah sediakan di bulan Ramadlan ini sehingga tujuan akhir dari semuanya itu, yakni agar menjadi orang-orang yang bertakwa dapat dipoerolehnya.

Posted in Akhlak, Artikel Islam, Bulan Ramadlan, Hikmah, Ibadah, Puasa Ramadlan, Renungan, Rukun Islam, Shaum | Dengan kaitkata: , , , | 1 Comment »

SHAUM RAMADLAN MENCEGAH ABDUL BUTHUN

Posted by gunawank pada Agustus 12, 2011

Hamba Perut

Puasa artinya tidak makan dan tidak minum serta menahan diri dari keinginan nafsu sahwat mulai dari terbit pajar hingga terbenam matahari. Tujuannya akhirnya adalah agar menjadi manusia yang bertakwa.

Dalam kitab “Hikmatut Tasyri wafalsafatuh” disebutkan bahwa puasa itu bukan hanya sekedar melaparkan diri di siang hari, melainkan agar tahu dan merasakan bagaimana rasanya jadi orang lapar, merasakan bagaimana sedihnya orang yang menderita kekurangan makanan. Sehingga akhirnya akan timbul rasa kasihan kepada si miskin, mau menolong orang-orang yang berada dalam kemiskinan.

Apabila kita cermati lebih jauh lagi, berkaitan dengan tidak makan dan minum di siang hari, selain hikmah di atas ternyata dalam kewajiban puasa terkandung hikmah yang lebih luhur dan suci, yaitu melatih manusia beriman agar tidak menjadi “budak perut”, tidak menjadi manusia yang diperbudak oleh kemauan perut, dan agar tidak terjerumus ke dalam jurang kehinaan yang diakibatkan dan bersumber pada kebutuhan perut. Baca entri selengkapnya »

Posted in Akhlak, Artikel Islam, Bulan Ramadlan, Hikmah, Ibadah, Islam, Lailatul Qadar, Puasa Ramadlan, Renungan, Rukun Islam, Shaum, Tasawuf | Dengan kaitkata: , , , , | 3 Comments »

Tips Menghindari Hipnotis Saat Mudik Lebaran

Posted by gunawank pada Agustus 27, 2010

Menjelang Iedul Fitri yang tinggal beberapa hari lagi, biasanya sebagian umat Islam Indonesia khususnya yang merantau sudah mulai sibuk dengan persiapan mudik, mulai dari transportasi, pakaian lebaran, oleh-oleh sampai gepokan rupiah, dengan tujuan dapat bersilaturahmi dengan keluarga di kampung halaman, sekaligus berbagi kebahagiaan.

Namun khusus bagi mereka yang mudik menggunakan kendaraan umum harus menambah satu bekal lagi agar tujuan mudik dapat tercapai yaitu cara menghindari kejahatan hipnotis.

Hipnotis sebenarnya istilah buat pelaku yang mempergunakan kemampuan hipnosis. Ini persepsi yang harus kita buang dulu. Hipnosis sendiri adalah ilmu pengetahuan yang layak dipelajari oleh siapapun, jadi tidak ada kaitannya dengan ilmu hitam (Magic). Dia seperti pisau, bisa dipakai untuk memotong bawang  atau malah membunuh. Tergantung pemakainya.

Sebagaimana diketahui bahwa tindakan kita itu digerakkan oleh pikiran (alam) sadar dan pikiran bawah sadar kita. Ketika pikiran bawah sadar kita bekerja, tentu pikiran sadar kita tidak berfungsi. Sehingga kita tidak bisa berpikir logis atau kritis. Di antara alam sadar dan alam bawah sadar, terdapat critical area yang membatasi. Hipnosis adalah tindakan untuk mengurangi peran area kritis tersebut hingga akhirnya pikiran bawah sadar kita terbuka. Saat hipnotis berhasil memasuki alam bawah sadar kita, tentu kita tidak menjadi kritis dan sangat mudah menerima sugesti. Mentransfer uang, menyerahkan kendaraan, atau lainnya, adalah hasil dari sugesti hipnotis tadi.

Cara untuk mengurangi peran area kritis ini biasanya disebut induksi. Tekniknya macam-macam. Di antaranya dengan pembingungan (misalnya dengan mengajukan pertanyaan yang membuat kita bingung), intimidasi (membuat kita terpana karena takut atau kagum), pengalihan mendadak, sugesti perlahan, atau yang lain. Kebanyakan hipnotis menggunakan kombinasi dari berbagai teknik tersebut.

Calon korban yang banyak diincar adalah wanita, remaja, orang yang terlihat kurang percaya diri, dan orang yang sendirian. Wanita diincar karena sering menggunakan perasaan sehingga critical areanya mudah terbuka. Remaja banyak diincar karena critical areanya masih tipis. Orang yang kurang percaya diri itu sugesti dirinya rendah sehingga mudah disugesti orang lain. Dan mereka yang sendirian, minimal mudah melamun atau bengong, sehingga peluang dihipnosis besar.

Dari uraian singkat tentang sekelumit pengetahuan hypnosis ini dapat diusahakan langkah-langkah untuk menghindarinya, antara lain:

  1. Senantiasa dzikrullah, selalu ingat kepada Allah melalui doa, kalimah-kalimah thayibah dan sebagainya.
  2. Kita mesti memiliki sugesti diri yang baik, sehingga tidak mudah disugesti oleh orang lain tanpa seizin kita. Sugesti diri ini bertetangga dekat dengan spiritualitas.
  3. Cara paling mudah untuk meningkatkan spiritualitas adalah dengan mensyukuri hidup kita saat ini. Bersyukur dalam hati, lisan, dan perbuatan.
  4. Hindari pikiran kosong, melamun dan sejenisnya.
  5. Kalau ada yang menepuk tiba-tiba dan orang tersebut tidak dikenal,segera balas tepukannya.
  6. Hindari tatapan seseorang yang tidak dikenal.
  7. Hindari tindakan, perilaku dan kebiasaan yang dapat memancing penjahat.

>>> Wallahu A’lam<<<<

Sumber: http://sipetualang.com/?p=118

“Gratis” >>>Download :

Posted in Akhlak, bencana, Berita, Bulan Ramadlan, Download, Fenomena, Puasa Ramadlan, Serba serbi, Tips | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , , , , | 10 Comments »

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa

Posted by gunawank pada Agustus 11, 2010

Pada hari pertama Ramadlan 1431 H ini (Rabu, 11 Agustus 2010) Gunawank’s Blog mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadlan 1431 H serta mohon maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan yang telah dilakukan. Semoga kita puasa kita serta ibadah-ibadah lain di Bulan Ramadlan ini diterima dan mendapat Ridla Allah SWT. Amin….

Posted in Berita, Bulan Ramadlan, Ibadah, Islam, Lailatul Qadar, Puasa Ramadlan, Serba serbi, Shaum | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , | Leave a Comment »