Gunawank's Blog

Banyak Menolong Pasti Banyak yang Menolong

Posts Tagged ‘Ramadlan’

Senang Datangnya Ramadlan, Haram Jasadnya Tersentuh Neraka

Posted by gunawank pada Juli 10, 2013

من فرِح بدخول رمضان حرم الله جسده على النيران

“Siapa saja merasa senang dengan masuknya bulan Ramadlan,

maka Allah mengharamkan jasadnya dari api Neraka”.

Begitulah bunyi redaksi haditsnya dan kita sebagai umat Islam wajib percaya kepada sabda baginda Rasulillah SAW. Lalu muncul pertanyaan, “Apakah betul itu perkataan beliau SAW ?”.  Selama para Ulama Ahli Hadits menyatakan bukan hadits maudlu/palsu, harus kita yakini itu adalah hadits Rasulillah SAW. Tetapi jika dilihat dari redaksinya yang mengundang munculnya pertanyaan-pertanyaan, pasti ini bukan termasuk Hadits Shahih fil matn.

“Betulkah jika kita merasa senang, gembira dengan datangnya bulan Ramadlan Allah akan mengharamkan jasad kita tersentuh api neraka?”, inilah pertanyaan berikutnya yang muncul. Jawabnya, ya…pasti. Karena begitulah janji Allah yang disampaikan melalui lisan Rasul-Nya.

Pertanyaan selanjutnya, “Gampang amat untuk tidak masuk neraka ?”. Jawabnya, pasti bagi Allah apapun sangat mudah. Namun, tentunya tidak semudah itu dipandang dari sisi manusia, karena pasti ada persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhinya.

Sebuah produk dalam iklannya menawarkan hadiah mobil bagi pembeli produknya. Artinya, bagi siapapun yang membeli produknya akan berpeluang mendapatkan hadiah mobil tersebut. Sebaliknya, tidak akan pernah mendapatkan hadiah mobil tersebut bagi orang yang tidak pernah membeli produknya. Bahkan, bagi pembeli produkpun meski memiliki peluang untuk mendapat hadiah mobil tetapi pasti tidak akan semua mendapatkannya. Hanya pembeli yang memenuhi persyaratan-persyaratan saja yang akan benar-benar menerima hadiah mobil tersebut.

Bisa dianalogkan dengan kasus di atas adalah pernyataan Rasulullah SAW yang akan memberi hadiah  TIDAK TERSENTUH API NERAKA bagi orang yang MERASA SENANG DATANGNYA BULAN RAMADLAN. Sehingga dapat ditarik kesimpulan :

  1. Bagi setiap orang yang tidak merasa senang dengan datangnya bulan Ramadlan, sama sekali tidak akan mendapatkan hadiah terbebas dari api neraka.
  2. Bagi setiap orang yang merasa senang dengan kedatangan bulan Ramadlan, semuanya berpeluang untuk mendapatkan hadiah terbebas dari api neraka.
  3. Bagi mereka yang berpeluang mendapatkan “hadiah” tersebut tidak akan semuanya mendapatkannya, hanya mereka yang memenuhi persyaratan saja yang akan mendapatkannya.

Berbagai alasan tentunya orang merasa senang dengan datangnya bulan Ramadlan. Anak-anak senang dengan datangnya bulan Ramadlan karena akan mendapatkan baju baru, dibelikan petasan, kembang api dan lain-lain. Pedagang petasan senang dengan datangnya bulan Ramadlan karena dagangannya akan lebih banyak terjual. Demikian pula pedagang pakaian, makanan, mainan dan lain-lain, bahkan tidak ketinggalan para penjual jasa. Semuanya akan merasa senang dengan datangnya bulan Ramadlan.

Tetapi bukan itu tentunya yang dimaksud dengan kata “senang” dalam hadits di atas, melainkan senang dalamkategori sebagai berikut:

Pertama, merasa senang karena telah dipanjangkan umur dan dipertemukan dengan bulan Ramadlan ini, sehingga perasaan senagnya ini akan diwujudkan dalam bentuk bersyukur atas ni’mat yang telah Allah anugerahkan kepadanya. Bersyukur karena Allah telah memberinya dua ni’mat yang sangat diharapkannya, yakni ni’mat panjang umur dan ni’mat dipertemukannya dengan bulan Ramadlan yang penuh berkah dan ampunan Allah SAW.

Seorang pemulung akan sangat berterima kasih ketika diberi satu dus berisi cangkang aqua gelas, karena dia sangat membutuhkan cangkang aqua gelas itu untuk mendapatkan uang, sebagai sumber penghasilannya sehari-hari. Sementara yang lain tidak akan berterima kasih sebagaimana halnya pemulung tadi, tatkala diberi satu dus berisi cangkang aqua gelas karena tidak mengharapkannya.

Kedua, merasa senang karena dipertemukannya dengan bulan Ramadlan yang sangat ditunggu-tunggu dan dinantikan kedatangannya karena keyakinan bahwa Ramadlan adalah bulan yang dilebihkan oleh Allah dibandingkan bulan-bulan yang lain, dimana nilai ibadah pada bulan Ramadlan jauh lebih baik dari bulan-bulan yang lain.

قَدْ جَاءَكُمْ شَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرٌ مُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ يُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَيُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ وَتُغَلُّ فِيهِ الشَّيَاطِينُ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (رواه احمد)

Sesungguhnya telah datang Bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah, dimana Allah mewajibkan kalian untuk berpuasa, pada bulan itu pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Pada bulan itu pula terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan”. (HR. Ahmad).

Dalam Hadits lain dijelaskan bahwa:

“Siapa saja yang melakukan amalan sunnah akan dilipatgandakan pahalanya, bagaikan melakukan kewajiban, yang melakukan amalan wajib pahalanya dilipatgandakan 70 (tujuh puluh) kali jika dibanding dengan amalan di luar Bulan Ramadhan, bahkan diamnya orang yang berpuasa pun, mendapatkan suatu pahala, sedang berdzikir dan beribadah akan lebih besar lagi pahalanya”.

.لو تعلم امتى ما فى رمضان لتمنوا أن تكون السنة كلها رمضان

”Jika ummatku mengetahui nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, pasti mereka berkeinginan supaya semua bulan dalam setahun terdiri dari Bulan Ramadhan seluruhnya”.

Karena senangnya mendapatkan barang yang dia cari-cari, pemulung itu akan menjaganya dari kerusakan dan kehilangan dengan cara memasukannya ke dalam karung atau gerobak dorongnya, kemudian dicucinya jika kotor, dibersihkan, ditata dan sebagainya lalu dijualnya sehingga menghasilkan uang yang merupakan tujuan akhir dari pencariannya itu. Dan ini tidak akan dilakukan oleh orang yang tidak merasa senang dengan pemberian cangkang aqua gelas tersebut.

Demikian pula halnya, rasa senang yang timbul karena dipertemukan dengan Ramadlan yang penuh berkah ini harus diwujudkan dalam bentuk mempersiapkan segala ilmu yang berkaitan dengan puasa, zakat fitrah dan amal lain di bulan Ramadlan. Baik ilmu fiqih (sehingga bisa mengetahui sah dan batalnya amal yang dilakukan atau mengetahui apakah wajib, sunah, haram, makruh atau mubah hukum dari amal yang dilakukan), ilmu aqidah (untuk meluruskan i’tiqad dan tujuan ibadah kita) maupun ilmu tashawuf atau akhlak (agar mengetahui mana yang sebaiknya dilakukan dan mana yang sebaiknya tidak dilakukan untuk kesempurnaan amal yang dilakukan).

Ketiga, rasa senangnya itu harus diwujudkan dengan cara memanfaatkan sebaik-baiknya dan semaksimal mungkin segala fasilitas yang Allah sediakan di bulan Ramadlan ini sehingga tujuan akhir dari semuanya itu, yakni agar menjadi orang-orang yang bertakwa dapat dipoerolehnya.

Posted in Akhlak, Artikel Islam, Bulan Ramadlan, Hikmah, Ibadah, Puasa Ramadlan, Renungan, Rukun Islam, Shaum | Dengan kaitkata: , , , | 1 Comment »

SHAUM RAMADLAN MENCEGAH ABDUL BUTHUN

Posted by gunawank pada Agustus 12, 2011

Hamba Perut

Puasa artinya tidak makan dan tidak minum serta menahan diri dari keinginan nafsu sahwat mulai dari terbit pajar hingga terbenam matahari. Tujuannya akhirnya adalah agar menjadi manusia yang bertakwa.

Dalam kitab “Hikmatut Tasyri wafalsafatuh” disebutkan bahwa puasa itu bukan hanya sekedar melaparkan diri di siang hari, melainkan agar tahu dan merasakan bagaimana rasanya jadi orang lapar, merasakan bagaimana sedihnya orang yang menderita kekurangan makanan. Sehingga akhirnya akan timbul rasa kasihan kepada si miskin, mau menolong orang-orang yang berada dalam kemiskinan.

Apabila kita cermati lebih jauh lagi, berkaitan dengan tidak makan dan minum di siang hari, selain hikmah di atas ternyata dalam kewajiban puasa terkandung hikmah yang lebih luhur dan suci, yaitu melatih manusia beriman agar tidak menjadi “budak perut”, tidak menjadi manusia yang diperbudak oleh kemauan perut, dan agar tidak terjerumus ke dalam jurang kehinaan yang diakibatkan dan bersumber pada kebutuhan perut. Baca entri selengkapnya »

Posted in Akhlak, Artikel Islam, Bulan Ramadlan, Hikmah, Ibadah, Islam, Lailatul Qadar, Puasa Ramadlan, Renungan, Rukun Islam, Shaum, Tasawuf | Dengan kaitkata: , , , , | 3 Comments »

Hikmah Ramadlan: Keteladanan Pemimpin

Posted by gunawank pada September 2, 2010

Suatu hari, Khalifah Abu Bakar hendak berangkat berdagang. Di tengah jalan, ia bertemu dengan Umar bin Khathab. “Mau berangkat ke mana engkau, wahai Abu Bakar?” tanya Umar. “Seperti biasa, aku mau berdagang ke pasar,” jawab sang khalifah.

Umar kaget mendengar jawaban itu, lalu berkata, “Engkau sekarang sudah menjadi khalifah, karena itu berhentilah berdagang dan konsentrasilah mengurus kekhalifahan.” Abu Bakar lalu bertanya, “Jika tak berdagang, bagaimana aku harus menafkahi anak dan istriku?” Lalu Umar mengajak Abu Bakar untuk menemui Abu Ubaidah. Kemudian, ditetapkanlah oleh Abu Ubaidah gaji untuk khalifah Abu Bakar yang diambil dari baitul mal.

Pada suatu hari, istri Abu Bakar meminta uang untuk membeli manisan. “Wahai istriku, aku tak punya uang,” kata Abu Bakar. Istrinya lalu mengusulkan untuk menyisihkan uang gaji dari baitul mal untuk membeli manisan. Abu Bakar pun menyetujuinya.

Setelah beberapa lama, uang untuk membeli manisan pun terkumpul. “Wahai Abu Bakar belikan manisan dan ini uangnya,” ungkap sang istri memohon. Betapa kagetnya Abu Bakar melihat uang yang disisihkan istrinya untuk membeli manisan. “Wahai istriku, uang ini ternyata cukup banyak. Aku akan serahkan uang ini ke baitul mal, dan mulai besok kita usulkan agar gaji khalifah supaya dikurangi sebesar jumlah uang manisan yang dikumpulkan setiap hari, karena kita telah menerima gaji melebihi kecukupan sehari-hari,” tutur Abu Bakar.

Sebelum wafat, Abu Bakar berwasiat kepada putrinya Aisyah. “Kembalikanlah barang-barang keperluanku yang telah diterima dari baitul mal kepada khalifah penggantiku. Sebenarnya aku tidak mau menerima gaji dari baitul mal, tetapi karena Umar memaksa aku supaya berhenti berdagang dan berkonsentrasi mengurus kekhalifahan,” ujarnya berwasiat.

Abu Bakar juga meminta agar kebun yang dimilikinya diserahkan kepada khalifah penggantinya. “Itu sebagai pengganti uang yang telah aku terima dari baitul mal,” kata Abu Bakar. Setelah ayahnya wafat, Aisyah menyuruh orang untuk menyampaikan wasiat ayahnya kepada Umar. Umar pun berkata, “Semoga Allah SWT merahmati ayahmu.”

Kisah yang tertulis kitab fadhailul ‘amal itu sarat akan makna dan pesan. Di bulan Ramadhan ini, kita dapat mengambil pelajaran dari sikap dan keteladanan Abu Bakar yang tidak rakus terhadap harta kekayaan. Meski ia adalah seorang khalifah, namun tetap memilih hidup sederhana demi menjaga amanah.

Inilah sikap keteladanan dari seorang pemimpin sejati yang perlu ditiru oleh para pemimpin bangsa kita. Perilaku pemimpin, memiliki pengaruh yang besar bagi kehidupan masyarakat. Terlebih, bangsa Indonesia memiliki karakteristik masyarakat yang paternalistik yang rakyatnya berorientasi ke atas.

Apa yang dilakukan pemimpin akan ditiru oleh rakyatnya, baik perilaku yang baik maupun yang buruk. Dengan spirit Ramadhan, maka hendaknya para pemimpin memberi teladan untuk hidup secara wajar agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial. Wallahu ‘alam.

***Dikutif dari “Puasa dan Keteladanan Pemimpin” oleh Prof. Nanat Fatah Natsir (Republika, 1/9/2010)

Posted in Akhlak, Bulan Ramadlan, Hikmah, Iman, KisahSufi, Pelajaran, Pemimpin, Pendidikan, Puasa Ramadlan, Serba serbi, Shaum, Teladan, Wakil rakyat | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , | 3 Comments »

Setan-setan Dibelenggu di Bulan Ramadlan

Posted by gunawank pada Agustus 30, 2010

Imam Ahmad bin Hanbal meriwayatkan hadits Rasulullah Saw. yang bertutur tentang kemulyaan Bulan Ramadlan yang artinya sebagai berikut:

Sungguh telah datang kepada kamu sekalian bulan Ramadlan, bulan penuh keberkahan. Allah telah mewajibkan kalian berpuasa di dalamnya. Pada bulan itu pintu-pintu syurga dibuka lebar-lebar, pintu-pintu neraka jahanam ditutup rapat, syetan-syetan dibelenggu. Pada bulan itu pula terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu malam”.

Dalam hadits di atas terdapat lima point penting yang dapat dijadikan i’tibar dalam mengisi bulan Ramadlan ini.

Pertama, Allah telah memberkahi bulan Ramadlan bagi umat Islam di atas bulan lain dengan menetapkan beberapa ibadah yang khusus hanya disyariatkan pada bulan Ramadlan, seperti puasa wajib, shalat tarawih, zakat fitrah, lailatul qadar dan sebagainya.

Kedua, pada bulan Ramadlan pintu-pintu surga ditutup dapat diartikan dan benar-benar kita rasakan bahwa melaksanakan  ibadah baik yang sunnah apalagi yang wajib terasa lebih ringan dan lebih bersemangat. Pada bulan-bulan yang lain untuk pergi berjamaah Isya di masjid rasanya berat sekali dan banyak alasannya, tetapi di bulan Ramadlan dapat melaksanakan shalat berjamaah Isya secara disiplin selama sebulan penuh, bahkan biasanya baru berangkat ke mesjid setelah mendengar iqamah dikumandangkan, tetapi di bulan Ramadlan sebelum masuk waktu Isya sudah siap (i’tikaf) di masjid.

Setelah shalat isya dan sunah ba’diyahnya masih mampu melaksanakan shalat sunah sebanyak 11 bahkan sampai 23 rakaat yakni Tarawih dan Witir, yang biasanya pada bulan yang lain setelah shalat berjamaah fardlu isya biasanya langsung pulang, bahkan sunah ba’diyahnyapun sering ditinggal.

Demikian pula dengan bangun malam, tadarus Al-Quran, i’tikaf, shadaqah dan lain-lain terasa lebih ringan dilaksanakan dalam bulan Ramadlan. Inilah makna aqliyahnya dari sabda Nabi Saw di atas: “pintu-pintu surga dibuka” , artinya jalan menuju pintu dan masuk surga Allah Swt terasa lebih terbuka di bulan Ramadlan.

Ketiga, jalan-jalan menuju pintu neraka lebih terjaga pada bulan Ramadlan, sebagai contoh ghibah (menggunjing, gosip), berdusta , marah dan sejenisnya yang pada bulan lain sulit dikendalikan, bahkan kadang kalau sudah mulai ada rasa tanggung kalau tidak diteruskan meskipun dalam hati sadar bahwa itu amal yang dilarang. Tapi di bulan Ramadlan, ketika akan berbohong…spontan terucap: “ah saya sedang puasa”, mau marah..”ah saya sedang puasa”, mau ini…mau itu, spontan tercegah karena kesadaranah saya sedang puasa”.

Keempat, amal-amal yang merupakan ajakan dan godaan syetan untuk melakukan kemaksiatan lebih terjaga dan terpelihara di bulan Ramadlan, sebagaimana contoh pada poin tiga di atas.

Kelima, di masa-masa akhir bulan Ramadlan dimana kecenderungan semangat ibadah sudah mulai kendur dibandingkan awal-awal Ramadlan, Allah menyuntiknya dengan Lailatul Qadar, sehingga terpeliharalah kestabilan ibadah sampai akhir Ramadlan.

—- Wallahu A’lam—-

Baca Artikel Terkait:

“Gratis” >>>Download :

Posted in Akhlak, Arus Balik, Arus Mudik, Berita, Bulan Ramadlan, Download, Hikmah, Ibadah, Islam, Jin, Lailatul Qadar, Mudik, Puasa Ramadlan, Serba serbi, Shaum, Tasawuf | Dengan kaitkata: , , , , , , , , | Leave a Comment »

Tips: Mudik Selamat Dengan Sepeda Motor

Posted by gunawank pada Agustus 29, 2010

Saat pekan mudik lebaran tiba, ruas-ruas jalan di pantura (pantai utara) Pulau Jawa khususnya pantura Jawa Barat akan dipenuhi kendaraan jenis sepeda motor para pemudik.

Ada beberapa alasan mengapa mereka memilih naik sepeda motor saat mudik, antara lain:

  1. Anti macet, setidaknya masih bisa bergerak atau bisa mengambil jalan alernatif melalui gang sempit atau jalan setapak saat terjadi kemacetan di jalur utama.
  2. Lebih santai dalam artian dapat berhenti untuk beristirahat kapan saja dan di mana saja: res area, masjid, bawah pohon atau bahkan di pos ronda pinggir jalan.
  3. Punya cerita tersendiri yang lebih asik dan lebih unit dibandingkan dengan kendaraan lain.
  4. Bisa dengan mudah memperoleh sepeda motor baru dengan mengambil kredit tanpa atau dengan uang muka yang sangat ringan.
  5. Tentunya, ya… karena punyanya cuma sepeda motor alias tidak punya mobil sendiri.

Namun apapun alasannya yang harus diperhatikan adalah bagaimana agar dapat bersepeda motor dengan aman dan nyaman serta selamat sampai tujuan, inilah yang penting untuk dibahas di sini.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan dijalankan oleh mereka yang mudik dengan sepeda motor. Namun untuk lebih mudahnya dapat dikelompokkan ke dalam dua kelompok: Anjuran dan Larangan.

A.   Kelompok Anjuran:

  1. Persiapkan mental dan nyakinkan kondisi fisik dalam keadaan fit (termasuk tidak dalam pengaruh / mengkonsumsi obat).
  2. Periksa kelengkapan surat-surat kendaraan dan SIM.
  3. Gunakan helm untuk melindungi kepala dan sepatu atau alas kaki yang lain sebagai tumpuan selama berkendara.
  4. Gunakan jaket tangan panjang (jika memungkinkan pakai pelindung dada) dan celana panjang sebagai pelindung utama tubuh kita untuk kenyamanan berkendara (hal ini menjadi sangat penting dikarenakan pelindung utama tubuh kita adalah jaket).
  5. Persiapkan mantel / jas hujan yang sesuai standar kenyamanan dan keamanan pengendara dan penumpangnya.
  6. Periksa tekanan angin, ukuran dan ke-ausan alur ban sesuai standar dari pabrikan motor untuk kestabilan kontrol saat melakukan pengereman dan berbelok dalam kecepatan tertentu.
  7. Periksa ketersediaan bahan bakar karena bahan bakar yang cukup akan memberikan ketengangan.
  8. Periksa fungsi normal rem depan dan belakang, termasuk kanvas rem, minyak rem dan tali rem.
  9. Periksa fungsi alat-alat pendukung lancarnya berkendaraan seperti lampu sain, lampu depan dan belakang, lampu rem dan periksa posisi kaca spion agar memberikan hasil yang maksimal untuk kenyamanan dan keamanan.
  10. Selalu membaca basmalah dan berdo’a sebelum berangkat.
  11. Duduk senyaman mungkin pada posisinya dengan pandangan bebas dan posisi tangan maupun kaki dalam jangkauan yang nyaman untuk mengoperasikan semua fungsi kendaraan.
  12. Selalu gunakan lajur kiri dan jalur peruntukan khusus untuk kendaraan bermotor,
  13. Berikan kesempatan kepada orang lain untuk mendahului. Mengalahlah demi keselamatan.
  14. Selalu memberikan tanda dengan menyalakan lampu sein kepada pengendara lain sebelum berpindah jalur, belok kiri atau kanan, serta pastikan kondisi lalu lintas dalam kondisi aman sebelum melaksanakan pindah jalur.
  15. Lakukan pengereman disertai dengan pengurangan gigi secara bertahap. Begitupun ketika hendak berakselarasi, lebih cepat memindahkan gigi pada yang lebih tinggi, lebih baik. Itu bisa mengurangi risiko ban sliding.
  16. Apabila tidak sengaja menabrak kendaraan lain, maka minta maaflah secara terus terang, bukan malah menghindar dan melarikan diri
  17. Usahakan sebisa mungkin anda harus terlihat, seperti dengan menggunakan warna-warna cerah, baik pada motor maupun pakaian anda.
  18. Ingat, kepanikan adalah pemicu terbesar kecelakaan motor. Karenanya, pelajarilah situasi motor Anda, serta lingkungan sekitar dengan baik, serta berkendara tidak melebihi kapasitas diri dan motor Anda.
  19. Waspadalah terhadap aksi kejahatan di jalanan sepertri perampokan, perampasan tas atau sepeda motor.

B.  Kelompok Larangan:

  1. Usahakan jangan membawa masalah dari rumah karena dapat mengacaukan konsentrasi berkendara.
  2. Jangan biarkan emosi mengendalikan kita dan jangan terpancing pengendara lain untuk balapan atau ugal-ugalan.
  3. Jangan mengambil jalur kanan dan mengambil jalur yang bukan merupakan peruntukan motor seperti trotoar dan sejenisnya karena sangat beresiko terhadap kecelakaan dan bisa menyebabkan resiko yang sangat fatal.
  4. Hindari kecepatan tinggi, berbelok patah dan pengereman keras saat melewati jalan penuh batu, lubang, lumpur, pasir atau pada kondisi lalu lintas ramai dengan pejalan kaki atau mungki hewan yang menyebrang.
  5. Operasikan rem depan lebih kuat dari rem belakang dan lakukan pengereman pada saat bersamaan antara depan dan belakang.
  6. Hindari berkendara dengan satu tangan dengan alasan apapun, serta tingkatkan kewaspadaan berkendara terutama pada malam hari dikarenakan penyinaran sepeda motor yang menyebabkan pandangan kita terbatas.
  7. Jangan gunakan earphone untuk menggunakan walkman atau radio atau MP3 set saat berkendara, karena hal ini sangat membahayakan bagi keselamatan diri dan orang lain.
  8. Tidak menggunakan perangkat handphone saat berkendara, carilah area aman untuk menerima handphone dan berhentilah sejenak jika panggilan dimaksud memang sangat penting untuk diterima.

Semoga bermanfaat dan selamat sampai tujuan. Amin.

Sumber:

Baca Artikel Terkait:

“Gratis” >>>Download :

Posted in Akhlak, Arus Balik, Arus Mudik, Berita, Bulan Ramadlan, Karawang, Mudik, Rekor, Serba serbi, Tips | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , , , , | 13 Comments »

Tips Menghindari Hipnotis Saat Mudik Lebaran

Posted by gunawank pada Agustus 27, 2010

Menjelang Iedul Fitri yang tinggal beberapa hari lagi, biasanya sebagian umat Islam Indonesia khususnya yang merantau sudah mulai sibuk dengan persiapan mudik, mulai dari transportasi, pakaian lebaran, oleh-oleh sampai gepokan rupiah, dengan tujuan dapat bersilaturahmi dengan keluarga di kampung halaman, sekaligus berbagi kebahagiaan.

Namun khusus bagi mereka yang mudik menggunakan kendaraan umum harus menambah satu bekal lagi agar tujuan mudik dapat tercapai yaitu cara menghindari kejahatan hipnotis.

Hipnotis sebenarnya istilah buat pelaku yang mempergunakan kemampuan hipnosis. Ini persepsi yang harus kita buang dulu. Hipnosis sendiri adalah ilmu pengetahuan yang layak dipelajari oleh siapapun, jadi tidak ada kaitannya dengan ilmu hitam (Magic). Dia seperti pisau, bisa dipakai untuk memotong bawang  atau malah membunuh. Tergantung pemakainya.

Sebagaimana diketahui bahwa tindakan kita itu digerakkan oleh pikiran (alam) sadar dan pikiran bawah sadar kita. Ketika pikiran bawah sadar kita bekerja, tentu pikiran sadar kita tidak berfungsi. Sehingga kita tidak bisa berpikir logis atau kritis. Di antara alam sadar dan alam bawah sadar, terdapat critical area yang membatasi. Hipnosis adalah tindakan untuk mengurangi peran area kritis tersebut hingga akhirnya pikiran bawah sadar kita terbuka. Saat hipnotis berhasil memasuki alam bawah sadar kita, tentu kita tidak menjadi kritis dan sangat mudah menerima sugesti. Mentransfer uang, menyerahkan kendaraan, atau lainnya, adalah hasil dari sugesti hipnotis tadi.

Cara untuk mengurangi peran area kritis ini biasanya disebut induksi. Tekniknya macam-macam. Di antaranya dengan pembingungan (misalnya dengan mengajukan pertanyaan yang membuat kita bingung), intimidasi (membuat kita terpana karena takut atau kagum), pengalihan mendadak, sugesti perlahan, atau yang lain. Kebanyakan hipnotis menggunakan kombinasi dari berbagai teknik tersebut.

Calon korban yang banyak diincar adalah wanita, remaja, orang yang terlihat kurang percaya diri, dan orang yang sendirian. Wanita diincar karena sering menggunakan perasaan sehingga critical areanya mudah terbuka. Remaja banyak diincar karena critical areanya masih tipis. Orang yang kurang percaya diri itu sugesti dirinya rendah sehingga mudah disugesti orang lain. Dan mereka yang sendirian, minimal mudah melamun atau bengong, sehingga peluang dihipnosis besar.

Dari uraian singkat tentang sekelumit pengetahuan hypnosis ini dapat diusahakan langkah-langkah untuk menghindarinya, antara lain:

  1. Senantiasa dzikrullah, selalu ingat kepada Allah melalui doa, kalimah-kalimah thayibah dan sebagainya.
  2. Kita mesti memiliki sugesti diri yang baik, sehingga tidak mudah disugesti oleh orang lain tanpa seizin kita. Sugesti diri ini bertetangga dekat dengan spiritualitas.
  3. Cara paling mudah untuk meningkatkan spiritualitas adalah dengan mensyukuri hidup kita saat ini. Bersyukur dalam hati, lisan, dan perbuatan.
  4. Hindari pikiran kosong, melamun dan sejenisnya.
  5. Kalau ada yang menepuk tiba-tiba dan orang tersebut tidak dikenal,segera balas tepukannya.
  6. Hindari tatapan seseorang yang tidak dikenal.
  7. Hindari tindakan, perilaku dan kebiasaan yang dapat memancing penjahat.

>>> Wallahu A’lam<<<<

Sumber: http://sipetualang.com/?p=118

“Gratis” >>>Download :

Posted in Akhlak, bencana, Berita, Bulan Ramadlan, Download, Fenomena, Puasa Ramadlan, Serba serbi, Tips | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , , , , | 10 Comments »

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa

Posted by gunawank pada Agustus 11, 2010

Pada hari pertama Ramadlan 1431 H ini (Rabu, 11 Agustus 2010) Gunawank’s Blog mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadlan 1431 H serta mohon maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan yang telah dilakukan. Semoga kita puasa kita serta ibadah-ibadah lain di Bulan Ramadlan ini diterima dan mendapat Ridla Allah SWT. Amin….

Posted in Berita, Bulan Ramadlan, Ibadah, Islam, Lailatul Qadar, Puasa Ramadlan, Serba serbi, Shaum | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

Menyambut Ramadlan 1431 H.

Posted by gunawank pada Agustus 10, 2010

Tidak terasa kita telah berada di penghujung bulan Sya’ban, yang berarti kita akan segera memasuki bulan suci Ramadlan, bulan yang penuh rahmat dan keberkahan, bulan yang di dalamnya dilipat gandakan pahala amal manusia. Sabda Nabi SAW:

قَدْ جَاءَكُمْ شَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرٌ مُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ يُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَيُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ وَتُغَلُّ فِيهِ الشَّيَاطِينُ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (رواه احمد

Sesungguhnya telah datang Bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah, dimana Allah mewajibkan kalian untuk berpuasa, pada bulan itu pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Pada bulan itu pula terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan”. (HR. Ahmad).

Dalam Hadits lain dijelaskan bahwa:

“Siapa saja yang melakukan amalan sunnah akan dilipatgandakan pahalanya, bagaikan melakukan kewajiban, yang melakukan amalan wajib pahalanya dilipatgandakan 70 (tujuh puluh) kali jika dibanding dengan amalan di luar Bulan Ramadhan, bahkan diamnya orang yang berpuasa pun, mendapatkan suatu pahala, sedang berdzikir dan beribadah akan lebih besar lagi pahalanya”.

Karena kemuliannya inilah Rasulullah SAW pernah bersabda:

.لو تعلم امتى ما فى رمضان لتمنوا أن تكون السنة كلها رمضان

”Jika ummatku mengetahui nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, pasti mereka berkeinginan supaya semua bulan dalam setahun terdiri dari Bulan Ramadhan seluruhnya”.

Baca entri selengkapnya »

Posted in Akhlak, Astronomi, Berita, Bulan Ramadlan, Ibadah, Islam, Lailatul Qadar, Muhammadiyah, Muktamar NU, Nahdlatul Ulama, NU, Puasa Ramadlan, Serba serbi, Shaum | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , , , , | 2 Comments »