Gunawank's Blog

Banyak Menolong Pasti Banyak yang Menolong

Posts Tagged ‘Tawuran’

Dulu Bangsa yang Ramah, Sekarang Bangsa Pemarah

Posted by gunawank pada Oktober 2, 2010

Demonstrasi mahasiswa berakhir rusuh, suporter sepak bola rusuh, penonton konser rusuh, penertiban pedagang  K-5 rusuh….rusuh….rusuh dan….rusuh. Itulah berita-berita yang hampir setiap hari muncul di media masa cetak maupun elektronik. Belum lagi tawuran antar pelajar bahkan antar mahasiswa, perang suku, perang antar kampung, antar desa bahkan antar kelompok dalam satu kampung dan …. yang terkini terjadi perang antar pendukung dalam sidang kasus Blowfish (kasus Ampera, Jakarta Selatan, 29 September 2010).

Penyebabnya kadang hanya masalah sepele: saling senggol antar penonton ketiga berjoget, senggolan sepeda motor, saling ejek,  adu mulut, rebutan pacar dan sebagainya, tetapi dapat menyulut kebrutalan yang berakibat fatal dan menimbulkan jatuhnya korban jiwa dan harta benda. Itulah yang sedang kita saksikan hari-hari ini di seantero negeri.

Baca entri selengkapnya »

Posted in Akhlak, Berita, Fenomena, Kasus Kekerasan, Kerusuhan, Pemerintah, Pendidikan, Serba serbi | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

Lagi, Perkelahian Siswa SD Berbuah Ke Pengadilan

Posted by gunawank pada Agustus 24, 2010

Kasus perkelahian antarsiswi SDK Yohanes Gabriel antara BM dan MJ yang terjadi pada 25 Februari 2010 berbuntut ke pengadilan. Joni Iwansyah selaku penasihat hukum korban berinisial MJ mengajukan gugatan perdata terhadap pelaku berinisial BM dan telah didaftarkan ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (23/8/2010).

“Dalam gugatan ini kami mengajukan ganti rugi biaya perawatan dan biaya perawatan lanjutan sebesar Rp27.273.800,00,” kata Joni.

Sebagaimana diberitakan ANTARA (Selasa, 24/8/2010) bahwa saat jam istirahat, BM yang duduk di kelas I-A mendorong MJ, siswi kelas I-B. Korban jatuh terjengkang dalam posisi terlentang, lalu BM menendang bagian selangkangan MJ dan ditinggal lari ke dalam ruang kelas.

MJ yang kesakitan akibat pendarahan harus menjalani rawat inap selama tujuh hari di RS Adi Husada dengan biaya ditanggung keluarga korban sendiri dan dibantu pihak sekolah.

Keluarga korban sempat mengajukan permintaan ganti rugi kepada keluarga BM. “Namun pihak keluarga pelaku, tidak bersedia membantu biaya pengobatan,” kata Joni.

Karena dinggap tak memiliki itikad baik, penasihat hukum korban pun mendaftarkan gugatan terhadap keluarga pelaku melalui PN Surabaya.

Kasus ini menambah panjang daftar kasus kekerasan yang terjadi di dunia pendidikan. Institusi yang seharusnya penuh dengan kedamaian, jiwa kebersamaan dan rasa tolong menolong. Lembaga yang diharapkan dapat menumbuh kembangkan rasa kesatuan dan persatuan.

Sungguh ironis dan memalukan. Entah siapa dan apa yang salah dengan pendidikan kita ini….???!!!

Semoga ini merupakan kasus yang terakhir…!!!

Baca Artikel Terkait:
Satu Lagi Kasus Pengadilan Anak SD di PN Surabaya

Posted in Akhlak, Berita, Fenomena, Guru, Kasus anak, Kasus Kekerasan, Pelajaran, Pendidikan, Pengadilan anak, Sekolah, Serba serbi, Siswa | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »